308

Banyak pasangan yang mengabadikan hubungan intim melalui rekaman video. Hal ini wajar apabila sudah disepakati kedua belah pihak. Namun, dalam beberapa kasus video ini malah dijadikan senjata ancaman bagi salah satu pihak. Dalihnya pun bermacam-macam, entah takut ditinggalkan atau takut diceraikan.

Aturan mengenai penyebaran video yang melanggar asusila terdapat dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 19 Tahun 2016.

Pasal 27 dan Pasal 45 UU ITE mengatur bahwa siapapun yang menyebarkan dokumen elektronik bermuatan konten melangar kesusilaan dapat dijerat sanksi pidana maksimal 6 tahun atau denda maksimal Rp 1 miliar.

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan,” bunyi Pasal 27 Ayat 1.

“Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” bunyi Pasal 45 Ayat 1.

Selain bagian dari tindak pidana, penyebaran video yang melanggar asusila juga dapat mengguncang psikologis pasangan yang ada di dalam video. Tentu mereka akan merasa tertekan dengan pandangan publik.

Maka dari itu, kita perlu BERHENTI MENYEBARKAN VIDEO ASUSILA milik siapapun. Hal ini bertujuan untuk menciptakan dunia digital yang bersih dan aman untuk semua usia.

(Penulis/penyunting: Ninda/Ryn)
STOP PENYEBARAN VIDEO ASUSILA MILIK PASANGAN

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *