Hari Anti Narkotika Internasional

51

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di peringati setiap tanggal 26 Juni. HANI merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan, peredaran gelap dan prekursor narkotika. Hal ini dikarenakan narkotika dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan perkembangan sosial ekonomi.

Memperingati HANI, Konsul Hukum Garwita memberikan tips bagi remaja untuk menghindari jerat narkotika:

  1. Pilih pergaulan dengan baik. Memilik pergaulan bukan berarti pilih-pilih teman ya! Pergaulan yang baik akan membuat jiwa sehat dan kuat loh.
  2. Memiliki kegiatan yang positif. Memiliki pergaulan yang baik akan membuat kita sibuk dengan kegiatan yang positif. Misal: menjadi relawan di kegiatan sosial, membicarakan hal menarik bersama teman atau berkumpul bersama dengan keluarga.
  3. Langkah terakhir adalah jangan mencoba! Dari keinginan mencoba inilah biasanya banyak orang yang terjerat narkotika. Lebih baik waktu luang kita berikan untuk kegiatan positif!

PRAHARA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

50

KPK sudah berdiri sejak Desember 2003 sebagai bagian dari agenda reformasi tahun 1998. Hingga tahun 2019, KPK telah menangkap 1.125 koruptor. Sejak era Jokowi berjaya pun, KPK telah menyelamatkan 65 triliun uang rakyat. Dan tidak pernah absen, setiap pergantian era presiden selalu ada permasalahan yang disorot oleh masyarakat.

Tahun ini masyarakat menyorot tes wawasan kebangsaan yang diadakan pemerintah untuk menjadikan pegawai KPK sebagai PNS. Dalam tes ini terdapat 75 orang tidak lolos, dimana 51 orang diberhentikan dan sisanya mengikuti pembinaan. Salah satu pegawai yang diberhentikan adalah Novel Baswedan.

Melalui wawancara eksklusif kepada pegawai KPK yang tidak lolos, beberapa pegawai KPK telah mengetahui adanya tes TWK sehingga mereka sudah menyiapkan jawaban terbaik. Namun menurut Benny (Jejaring Masyarakat), soal TWK yang mereka terima bukan seperti tes CPNS pada umumnya.[1]

Tes TWK dianggap oleh masyarakat sebagai alat untuk menyingkirkan pegawai KPK yang memiliki integritas dalam pekerjaan. Pada saat yang sama negara seharusnya merugi karna telah menyingkirkan pegawai KPK yang berintegritas. Kami tetap berharap bahwa pemerintah telah memilih keputusan yang tepat untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Penulis: Ninda

 

MENGUPAS TUNTAS TIPS “DIET SEHAT BAGI PASIEN KANKER”

101

Bagi pasien kanker mengatur pola makan sehat demi mendukung efektivitas terapi adalah tantangan yang cukup sulit dilakukan. Berbagai hambatan kerap dilalui, mualai dari efek mual muntah akibat kemoterapi, kondisi tubuh yang lemas hingga menyebabkan menurunnya nafsu makan. Seluruh hambatan dapat diatasi dengan diet yang tepat.

Sabtu (12/06) tim paliatif menggelar seminar online berjudul “Diet Sehat Pasien Kanker” bersama seorang dokter spesialis giziklinik, dr. Noviani, Sp.GK. Seminar ini bertujuan menjawab keresahan pasien tentang cara mengatuh pola dan kebiasaan hidup sehat. Tidak hanya bagi pasien kanker, ‘seminar ini juge diikuti oleh berbagai kalangan, baik keluarga/ caregiver, tenaga kesehatan, mmahasiswa dan pemerhati kanker.

Seminar online paliatif dilakukan secera virtual melalui zoom dan disiarkan langsung di youtube Cahnnel @Gerwita Institute. Kliklink di bawah ini untuk menonton live record youtube.

http://bit.ly/youtubepaliatif

STOP PENYEBARAN VIDEO ASUSILA MILIK PASANGAN

112

Banyak pasangan yang mengabadikan hubungan intim melalui rekaman video. Hal ini wajar apabila sudah disepakati kedua belah pihak. Namun, dalam beberapa kasus video ini malah dijadikan senjata ancaman bagi salah satu pihak. Dalihnya pun bermacam-macam, entah takut ditinggalkan atau takut diceraikan.

Aturan mengenai penyebaran video yang melanggar asusila terdapat dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 19 Tahun 2016.

Pasal 27 dan Pasal 45 UU ITE mengatur bahwa siapapun yang menyebarkan dokumen elektronik bermuatan konten melangar kesusilaan dapat dijerat sanksi pidana maksimal 6 tahun atau denda maksimal Rp 1 miliar.

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan,” bunyi Pasal 27 Ayat 1.

“Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” bunyi Pasal 45 Ayat 1.

Selain bagian dari tindak pidana, penyebaran video yang melanggar asusila juga dapat mengguncang psikologis pasangan yang ada di dalam video. Tentu mereka akan merasa tertekan dengan pandangan publik.

Maka dari itu, kita perlu BERHENTI MENYEBARKAN VIDEO ASUSILA milik siapapun. Hal ini bertujuan untuk menciptakan dunia digital yang bersih dan aman untuk semua usia.

(Penulis/penyunting: Ninda/Ryn)

Hut Garwita ke 10 “Kesehatan Mental Remaja & Dewasa Muda”

87

Untuk merayakan ulang tahun ke sepuluh Garwita Institute, kami mengadakan webinar series dengan topik Kesehatan Mental Remaja dan Dewasa Muda. Diadakan tanggal 28 Mei-4 Juni 2021. Materi setiap webinar dapat diakses melalui link di bawah ini. Terimakasih atas dukungan teman-teman selama sepuluh tahun terakhir! Semoga ke depannya Garwita Institute dapat membantu dan memberi manfaat lebih banyak orang.

 

Konsep Diri dan Gangguan Makan (1)

Cabin Fever, Depresi, & Adiksi Gadget-1

Penanganan Psikososial pada Narkoba

Trend Menikah Muda

Jika Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Dialami Orang Terdekat

118

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah tindakan yang dilakukan di dalam lingkup rumah tangga, misal suami, istri dan anak yang berdampak negatif bagi fisik maupun psikis. Di Indonesia permasalahan KDRT diatur di dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. KemenPPA (Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak) mencatat per 1 Januari hingga 6 November 2020 terdapat kasus KDRT sebanyak 3.419 dan angka ini terus naik selama pandemi.

 

Di Indonesia masih banyak terjadi KDRT contohnya kejadian baru-baru ini, telah terjadi kasus KDRT di Sumatera Selatan (06/2021). Seorang laki-laki paruh baya berusia 44 tahun telah menganiaya istri sirinya. Korban dipukuli, disundut api rokok di wajah, memasukkan cobek (ulekan cabe) ke kemaluan korban, bahkan korban diminta untuk meminum air seni. Terakhir, korban dipaksa mengakui perselingkuhannya dan rambut korban dipotong sampai habis.

 

Lalu bagaimana jika hal ini terjadi pada orang terdekat?

Pertama, Kita perlu mengenali macam-macam kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dalam Pasal 5 UU No. 23/2004 KDRT meliputi: kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual dan penelantaran.

Kedua, Laporkan pada pihak berwajib dan meminta bantuan dari layanan umum terdekat. Berikut beberapa Layanan Umum yang bisa membantu korban KDRT

    • Polres terdekat (Jember: 0331-484285)
    • Website: carilayanan.com (Jember: @garwitainstitute dan @konsulhukum.garwita)
    • Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Jember: 0334-881885)
    • Komnas Perempuan (Jakarta: 021-3903963)

Ketiga, Pahami situasi dan kondisi korban.

Keempat, Berilah pandangan yang objektif terkait kekerasan yang dialami korban dan meyakinkannya bahwa korban dapat pulih.

Kelima, Ajak korban menemui psikolog profesional jika memang kondisinya tidak membaik.

 

Jangan ragu untuk memberi bantuan kepada korban kekerasan dalam rumah tangga dan menghubungi konsul hukum garwita bila membutuhkan bantuan hukum.

 

(Penulis/Penyunting : Ninda/Ryn)

Launching Konsul Hukum by Garwita Institute

109

Konsul Hukum Garwita memberikan pelayanan konsul hukum secara GRATIS untuk teman-teman yang membutuhkan bantuan hukum secara langsung maupun online. Kami akan membantu semampu kami, pada hari Senin-Jumat pk. 09.00 – 17.00 WIB.

Narahubung yang dapat dihubungi:

Kanker Anak dan Sepaket Harapan

180

Kanker sangat mungkin terjadi pada semua orang baik itu dewasa, remaja, atau anak-anak sekalipun. Dikutip dari laman Kemenkes RI kanker merupakan pertumbuhan sel atau jaringan secara tidak terkendali, terus bertumbuh dan bertambah, serta immortal atau tidak dapat mati. Sel kanker juga dapat menyusup ke jaringan sekitar dan dapat menyebar.

Dari berbagai jenis kanker, beberapa kerap menyerang anak-anak. Kanker anak adalah kanker yang menyerang anak berusia di bawah 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Menurut Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (SriKanDI) tahun 2005-2007, perkiraan angka kejadian kanker anak (0-17 tahun) sebesar 9 per 100.000 anak, atau di antara 100.000 anak terdapat 9 anak yang menderita kanker. Pada anak usia 0-5 tahun angka kejadiannya lebih tinggi yaitu 18 per 100.000 anak, sedangkan pada usia 5-14 tahun 10 per 100.000 anak (Kemenker RI, 2018).

Kanker yang terjadi pada anak dapat dikatakan berbeda dibanding pada orang dewasa, sebab kanker pada anak lebih sulit diketahui dan butuh penanganan khusus. Hal ini dikarenakan pada umumnya anak-anak belum mampu untuk mengemukakan apa yang dirasakan. Mengingat kompleksnya penyakit kanker maka penyembuhan anak-anak dengan penyakit kanker terbilang cukup rumit dan sulit serta membutuhkan waktu yang lama. Butuh waktu sekitar dua hingga tiga tahun untuk perawatan anak-anak dengan penyakit kanker.

Rachel House adalah sebuah yayasan sosial nirlaba, yang memberikan layanan medis khusus berupa layanan paliatif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang hidup dengan penyakit serius seperti kanker dan HIV, di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sejak Rachel House didirikan di tahun 2006, yayasan ini memiliki visi untuk Indonesia dimana tidak ada lagi anak yang harus hidup atau meninggal dalam kesakitan. Demi keterecapaian visi tersebut, Rachel House meluncurkan sebuah buku untuk memandu pelaku rawat agar dapat memberikan perawatan dasar kepada anak mereka yang hidup dengan penyakit serius di rumah.

Dengan keberadaan buku ini, Rachel House berharap agar anak-anak dengan penyakit serius di seluruh Indonesia dapat merasakan manfaatnya serta memperoleh kenyamanan dalam melewati suatu perjalanan hidup yang tidak mudah dan agar pelaku rawat dapat memberi perawatan yang lebih optimal bagi buah hati yang mereka cintai.

 

Untuk download silahkan klik gambar dibawah ini:

Download E-book Asuhan Paliatif Anak (Rachel House)

Info lebih lanjut kunjungi website: rachel-house.org

BUKU BICARA SEKS DENGAN ANAK SUDAH TERBIT

609

Pemberian edukasi seksual sejak dini bukan lagi menjadi hal yang jauh dari kita atau hal yang aneh, melainkan sudah menjadi kebutuhan mendesak.

Mengapa demikian?
Edukasi seksual tidak hanya bertujuan memberikan skill pada anak untuk menhindari kekerasan seksual, tetapi juga membekali anak dengan kemampuan untuk secara tegas menolak aktivitas seksual berisiko serta mengambil keputusan bijaksana terkait tubuhnya sendiri dengan tetap menghargai diri & orang lain.

Apa yang diberikan pada anak?
Edukasi diberikan pada anak sesuai dengan perkembangan usianya, karena usia akan mempengaruhi kemampuan berpikir & perkembangan psikososial mereka.

Bagaimana menjawabnya?
Apa jawaban Anda bila seorang anak usia 4tahun bertanya,
“Pa, dede bayi itu keluar dari mana?”
atau anak usia 6tahun bertanya,
“Bagaimana dede bayi bisa ada di perut mama?”
atau anak usia 11tahun bertanya
“Ma, apa itu perkosaan?”

Jawaban yang diberikan orang tua akan membangun cara berpikir anak mengenai seksualitas, cinta, & tanggung jawab. Jawaban juga akan menentukan apakah anak akan segan bertanya lagi karena dimarahi, membangun komunikasi terbuka dengan orang tua, atau memutuskan mencari informasi tentang seksualitas melalui internet karena sekarang segalanya sudah berada dalam genggaman.

Yuk, kita, para orang tua & orang dewasa di sekitar anak, belajar lebih lanjut agar bisa mendampingi anak & bereksplorasi bersama mereka.

Buku Bicara Seks dengan Anak
Buku ini bukanlah sebuah kamus edukasi seksual, melainkan menjadi ajakan bagi para orang tua untuk memulai proses belajar memberikan edukasi seksual yang tepat bagi anak.

Bagaimana mendapatkannya?
WA Admin Garwita +62 878-1921-4418
atau
DM Instagram @garwitainstitute

Jangan sampai kehabisan, ya!

Penulis membuka kesempatan bagi para pembaca untuk bertanya, berdiskusi, maupun berkomentar tentang isi buku dengan mengirimkan email ke info@garwitainstitute.org atau DM Instagram @garwitainstitute