34

PENTING & MENDESAKNYA EDUKASI SEKSUAL BAGI ANAK

Nadia Maria, M.Psi, Psikolog.

 

Kekerasan seksual yang semakin marak

Berbagai pihak telah menyadari pentingnya edukasi seksual bagi anak. Berbagai alasan telah jelas menunjukkan bahwa mendapatkan edukasi seksual tidak hanya menjadi kebutuhan penting, tetapi juga mendesak (Farantika dkk, 2024). Edukasi seksual yang telah dilakukan Garwita Institute, Jember, dalam waktu 8 tahun terakhir bertujuan untuk membuat anak memahami tubuhnya serta mampu menjaga kebersihannya, memampukan anak menjaga dirinya sendiri, membuat anak menghargai dirinya dan orang lain, serta mencegah anak menjadi korban kekerasan seksual yang semakin marak terjadi.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) yang disajikan oleh databoks.katadata.co.id menunjukkan bahwa terdapat 3.547 kasus kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2023. Dari kasus yang dilaporkan tersebut, sebanyak 1.915 kasus adalah kekerasan seksual. Lebih dari itu, kasus yang tidak dilaporkan diperkirakan jauh lebih banyak daripada yang dilaporkan karena hal ini menjadi sebuah fenomena gunung es.

Berdasarkan pengalaman Garwita dalam penanganan anak korban kekerasan seksual, didapatkan fakta bahwa kekerasan seksual memberi dampak negatif yang signifikan pada kehidupan anak selanjutnya, seperti konsep diri ngeatif, dikucilkan, menjadi korban bullying, depresi, hingga kecenderungan bunuh diri. Selain itu, anak korban kekerasan seksual juga rentan mengalami kembali kekerasan seksual di waktu yang akan datang. Oleh karena itulah, kekerasan seksual perlu dicegah.

 

Bagaimana edukasi seksual disampaikan?

Banyak orang tua yang masih belum memahami bagaimana menyampaikan edukasi seksual yang tepat pada anak serta kapan memulainya. Edukasi seksual sangat tepat diberikan pada anak ketika anak mulai bertanya, misalnya tentang perbedaan diri dan adiknya yang berbeda jenis kelamin. Ketika anak bertanya, berarti ia memiliki keinginan untuk mengetahui jawabannya, maka memberikan edukasi akan menjadi efektif.

Lalu bagaimana cara pemberian edukasi seksual yang benar? Edukasi seksual akan menjadi mudah dipahami ketika diberikan sesuai dengan usia anak. Seiring dengan bertambahnya usia anak, kemampuan berpikirnya juga berkembang. Perkembangan kemampuan berpikir (kognitif) anak dijelaskan secara komprehensif oleh Jean Piaget (dalam Papalia dkk, 2001):

 

Contohnya adalah bila anak berusia 7 tahun ke bawah, penjelasan dalam edukasi seksual perlu dibuat ringkas, jelas, dan konkret karena anak lebih mudah memahami berbagai hal dengan penjelasan yang konkret. Misalnya bila anak 5 tahun bertanya. “Dari mana asalnya adik bayi?”, maka dapat dijawab, “Adik bayi berasal dari perut ibu.” Jawaban ini akan cukup mudah dipahami anak. Contoh lainnya, kita perlu untuk menyebutkan tiga area tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh oleh orang lain kecuali ibu dan petugas medis dengan persetujuan orang tua. Area tubuh tersebut adalah dada, alat kelamin, dan pantat.

Di sisi lain, mengingat bahwa cara berpikir anak akan berkembangan seiring dengan bertambahnya usia anak, maka cara penyampaian edukasi seksual juga perlu disesuaikan. Contohnya untuk anak usia 7 – 11 tahun, anak sudah lebih mampu berpikir logis dan mulai belajar berpikir abstrak. Maka untuk anak 10 tahun sudah dapat dijelaskan bahwa bayi dapat bertumbuh semakin besar dalam perut ibu dan dilahirkan melalui vagina.

Orang tua perlu mulai membiasakan penyebutan organ reproduksi, termasuk alat kelamin, dengan istilah yang benar. Dengan demikian, anak tidak menjadi bingung dalam memahaminya. Mungkin orang tua akan merasa risih bila menyebut dengan istilah yang benar, namun hal ini merupakan bagian dari edukasi seksual itu sendiri. Edukasi seksual akan sangat bermanfaat bagi anak karena anak Perjalanan memberikan edukasi seksual pada anak tidak hanya menjadi pembelajaran bagi anak, tetapi juga untuk orang tua. Hal ini akan semakin mudah seiring dengan semakin seringnya orang tua mempraktikkannya. Selamat berproses bersama anak.

 

Sumber

Komnas PA: Ada 3.547 Kasus Kekerasan Anak 2023, Terbanyak Kekerasan Seksual. databoks.katadata.co.id. 29 Desember 2023. 20 Maret 2024. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/12/29/komnas-pa-ada-3547-kasus-kekerasan-anak-2023-terbanyak-kekerasan-seksual

Farantika, dkk. 2024. Early Childhood Sex Education to Prevent Sexual Abuse. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol: 1, No2, 2024, 1-8.

Papalia, dkk. 2001. Human Development. New York: McGraw-Hill Companies, Inc.

PENTING & MENDESAKNYA EDUKASI SEKSUAL BAGI ANAK

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *