2,206

Hari pertama masuk sekolah merupakan momen penting dalam kehidupan seorang anak. Proses menerima pendidikan juga menjadi salah satu tugas perkembangan penting. Oleh sebab itu persiapan masuk Sekolah Dasar atau SD merupakan hal yang krusial.

Pemerintah menetapkan usia 7 tahun sebagai syarat masuk SD. Penetapan tersebut bukanlah tanpa alasan. Sebaliknya, ada banyak alasan yang dapat kami sebutkan.

 

  • Di usia 2 hingga 7 tahun, seorang anak masih dalam proses mengembangkan kemampuannya berbahasa (berkomunikasi). Kemampuan berkomunikasi seringkali luput dari perhatian. Padahal kemampuan ini sangatlah berperan untuk mencapai keberhasilan belajar seorang anak.
  • Pada usia prasekolah, perkembangan motorik anak juga perlu dikembangkan secara optimal, misalnya dibandingkan dengan kemampuan membaca dan menulis.
  • Pada usia 7 tahun, seorang anak mulai mampu berpikir logis, kemampuan yang belum sepenuhnya berkembang pada tahapan usia sebelumnya.
  • Pola berpikir anak yang egosentris (terpusat pada diri sendiri dan menjadikan diri sendiri sebagai ukuran dari semuanya) mulai berkurang seiring dengan anak memasuki usia 7 tahun.
  • Faktor kemandirian dan kemampuan mengelola emosi anak juga penting bagi mereka saat masuk SD, mengingat kurikulum SD di Indonesia dapat dikatakan tidaklah ringan.

 

Karena alasan-alasan tersebutlah, Garwita mendukung pemerintah mengenai ketentuan kecukupan usia masuk SD. Lalu muncul pertanyaan: “Apakah seorang anak tidak akan sukses dalam pendidikan bila ia masuk SD sebelum usia 7 tahun?”

Kami menjawab pertanyaan ini melalui analogi truk bermuatan. Ada truk bermuatan 6 ton, 8 ton, dan 10 ton. Truk bermuatan 6 ton akan mampu membawa beban 8 ton. Sama halnya seperti seorang anak 5,5 tahun akan mampu masuk SD. Akan tetapi, truk 6 ton yang dimuati 8 ton akan berjalan lebih pelan dan lebih cepat rusak mesinnya.

Demikian pula dengan anak kita. Ketika usianya kurang saat ia masuk SD, dia mungkin akan tetap dapat menjalani pendidikan di SD namun ia akan cepat lelah dan kurang optimal dalam penyerapan ilmu dan pengalaman. Untungnya, anak kita bukanlah mesin ataupun truk. Suatu saat anak kita akan mencapai usia yang lebih matang dimana ia akan mampu untuk menjalani pendidikan dasar.

Berdasarkan pengalaman Garwita menangani klien anak, sebagian besar anak yang menemui masalah seperti kehilangan motivasi belajar dan kesulitan menyerap pelajaran ketika SD ternyata masuk SD dengan usia yang kurang dari 7 tahun, bahkan kurang dari 6 tahun. Hal ini bukanlah hubungan sebab akibat, namun pada banyak kasus pendidikan anak ditemukan sejarah anak tersebut masuk SD dengan usia yang kurang.

Oleh sebab itu bagi para orang tua, mari kita dukung ketentuan masuk SD usia 7 tahun demi kesehatan mental anak-anak kita.©

Masuk SD: Mengapa (Harus) 7 tahun?

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *