689

Sepanjang perjalanan Garwita menangani kondisi psikologis remaja dan anak, banyak orang tua menanyakan perihal penelusuran minat dan bakat. Apakah minat dan bakat itu?

Minat adalah sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk memilih apa yang hendak dilakukan saat ia dibebaskan untuk memilih. Yang terpenting dari minat adalah faktor kesukaan atau kesenangan dari individu, terlepas dari faktor kemampuan. Sementara bakat ialah keunggulan khusus dalam bidang perilaku tertentu. Bakat juga merupakan apa yang dapat dilakukan individu (segi performance/kerja) secara baik (atau bahkan sangat baik) setelah individu mendapatkan latihan. Keterangan “mendapat latihan” perlu ditekankan di sini, karena tanpa adanya latihan bakat seorang anak tidak akan tampak.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah diperlukan asesmen atau pemeriksaan (tes) untuk menemukan minat dan bakat anak? Faktanya, yang paling memahami minat dan bakat anak adalah anak itu sendiri dan orang tuanya, tentunya melalui proses pengamatan yang jeli. Banyak anak dan orang tua yang sesungguhnya sudah memahami minat serta bakat anak. Dalam kondisi yang demikian, asesmen minat dan bakat tidaklah diperlukan. Buktinya, banyak anak yang dulunya tidak pernah mengikuti asesmen minat dan bakat, namun tetap sukses di dunia kerja.

Namun demikian ada sebagian anak yang memang belum menemukan minat dan bakatnya. Adapula orang tua yang mengalami hal yang sama. Untuk mereka, asesmen minat dan bakat yang dilakukan psikolog dapat menjadi alat bantu. Mengingat minat dan bakat anak mulai stabil sat usia anak mencapai 13-14 tahun, maka Garwita menyarankan agar asesmen minat dan bakat dilakukan pada saat anak duduk di kelas 8 atau 9. Maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik dari bakat dan minat adalah sebagai berikut: mulai stabil di usia remaja, dapat berubah, dapat dikembangkan, dan dapat dideteksi.

Asesmen Minat & Bakat: Perlukah?

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *